-->

Cara Mencampur Warna dari Warna Primer menjadi Banyak Warna

Punya cat dengan warna terbatas? Jangan cemas! Kita bisa memakai hasil eksperimen pencampuran  warna dari Robert Boyle (1664). Ahli kimia dari Irlandia ini menyebutkan bahwa warna utama dari semua warna yang ada di dunia ini hanyalah terdiri atas lima, yaitu merah, biru, kuning, hitam, dan putih. Dan kita bisa menghasilkan banyak warna lainnya dengan mencampur warna-warna primer tersebut. Oleh karena itu, sekalipun stok warna yang kita punya hanyalah lima warna utama, kita tetap bisa melukis dengan variasi warna yang kaya. Bagaimana rumus pencampurannya?

Rumus Pencampuran Warna

Merujuk kepada penemuan Boyle tentang warna primer, lahirlah semacam "rumus" sederhana dalam mencampur warna dan istilah untuk mengelompokkan  warna. Secara garis besar, warna dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Warna primer: merah, kuning, biru, serta hitam dan putih untuk menjadi mengatur kadar gelap dan terang.
  •  Warna sekunder: hijau, oranye, violet/ungu (hasil pencampuran warna primer)
  • Warna komplementer/tersier: coklat, abu-abu, toska, dll. (warna hasil campuran warna primer dengan warna sekunder).

Rumus sederhananya dapat dilihat dalam diagram di bawah ini:


 

 



Adapun untuk menghasilkan warna yang lebih muda, kita dapat menambahkan warna putih pada setiap warna atau membuat larutan encer jika kita menggunakan cat air.

Sebaliknya, jika kita ingin menghasilkan warna yang agak gelap, maka campurkan setiap warna dengan sedikit warna hitam.

Menggunakan Cakra Warna

Cara lain untuk melihat rumus pencampuran warna adalah dengan memiliki cakra warna (color wheel). Alat ini dapat dibeli di toko alat seni atau alat tulis. 


Nah, demikian sekilas tentang rumus pencampuran warna. Hasil pencampuran yang lebih persis tentu saja hanya bisa diperoleh dengan langsung bereksperimen melakukan pencampuran cat. Prosentase yang berbeda antara satu warna dengan warna lainnya akan sangat memengaruhi hasilnya. Selamat mencoba!



Posting Komentar

0 Komentar